Diduga Sengaja Pelihara Bandar Narkoba dan Punya Istri Siri, Kasat Reserse Narkoba Polres Asahan Didemo

0
553

BALAINEWS.CO.ID, ASAHAN –

Diduga sengaja pelihara bandar narkoba dan punya istri siri, Kasat Reserse Narkoba Polres Asahan didemo puluhan mahasiswa dari KONTRA (Koalisi Aktivis Anti Narkoba dan Obat Terlarang) Kamis, (30/1/25) sekira pukul 14:30 WIB Pasalnya, tindakan itu dianggap mereka telah mencoreng citra kepolisian sebagai benteng terdepan pemberantasan kejahatan.

Kami minta agar Kapoldasu memeriksa Kasat Narkoba Polres Asahan. Informasi yang kami terima dilapangan, Kasat diduga sengaja memelihara bandar narkoba,” teriak Muhammad Arif Panjaitan kordinator aksi.

Menurutnya, Kasat Narkoba Polres Asahan diduga sengaja memelihara seorang bandar narkoba yang merupakan buronan Polres Deli Serdang. Bandar narkoba itu yakni R (45) Warga Jalan Binjei Lingkungan IX Kecamatan Datuk Bandar Timur, Tanjungbalai.

Beberapa waktu lalu sekitar bulan Mei 2024 lalu R terlibat penyeludupan narkoba di wilayah Deli Serdang. Petugas kepolisian setempat menggagalkan penyeludupan narkoba dan mengamankan seorang tersangka beserta sebanyak 24 Kilogram sabu-sabu sebagai barang bukti.

Saat diperiksa tersangka Khairuddin mengaku barang haram itu diperoleh dari R yang merupakan nahkoda kapal. Polresta Deli Serdang akhirnya mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasarkan keterangan tersangka Khairuddin yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Anehnya, kata Arif, pada bulan November 2024 lalu R tampak ikut melakukan penangkapan terhadap tersangka narkoba di daerah Bagan Asahan. Bahkan, tersangka R diduga sengaja dipersenjatai oleh Satnarkoba Polres Asahan.”Aneh kali rasanya seorang buronan narkoba ikut melakukan penangkapan. Dipersenjatai lagi oleh aparat Sat Narkoba Polres Asahan,” tegas Arif.

Untuk itu, kami mahasiswa yang tergabung dalam KONTRA (Koalisi Aktivis Anti Narkoba dan Obat Terlarang) meminta Kapoldasu melakukan pemeriksaan internal bidang Propam. Apalagi ada dugaan mempersenjatai seorang buronan dan ikut serta melakukan penangkapan dilapangan.

Setelah beberapa jam melakukan orasi secara bergantian didepan kantor Mapolres Asahan. Namun, para pendemo tidak ada satupun yang menerima mulai dari Kapolres atau Kasat Narkoba. Akhirnya para mahasiswa membubarkan diri sembari mengancam akan melakukan aksi unjukrasa di Polda Sumatera Utara.red

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini