Puluhan Nelayan Apung terlihat antri bergantian berangkat melaut/ist
BALAINEWS.CO.ID, TANJUNGBALAI –Kehidupan nelayan, khususnya pukat apung sangat memprihatikan. Gaji yang di dapat dari toke cuma Rp 50.000 per hari. Dalam 10 hari melaut, dan cuma bisa bawa pulang Rp 300.000.
Menurut Safii (39), seorang nelayan apung kepada media ini,Jumat (10/1/2025), kalangan masyarakat nelayan yang bekerja di kapal ikan apung sebenarnya sangat mengeluh dengan pendapatan gaji yang cuma Rp 50.000/hari.

Safii mengatakan bekerja melaut selama sepuluh hari hanya menerima gaji sebesar Rp 500.000 ,dan sebelum berangkat kami harus meminjam dengan toke setidaknya Rp 200.000,selain hanya untuk membeli rokok juga biaya yang ditinggalkan untuk keluarga di rumah selama melaut. Dan Ketika pulang melaut selama sepuluh hari itu juga cuma membawa uang untuk keluarga sebesar Rp 300.000 lagi,karena sudah dipotong pinjaman sewaktu mau berangkat melaut,
Uang sisa gaji itu tentu saja tidak mencukupi menutupi kebutuhan nafkah keluarga menunggu kembali melaut yang biasanya dua kali dalam satu bulan, tutur Safi’i menyampaikan
“Saya pribadi merasa gaji itu sangat minim. Meskipun kebutuhan melaut ditanggung toke, tetapi waktu bekerja selama melaut itu tidak sebanding dengan gaji yang diterima,” keluhnya.red







