BALAINEWS.CO.ID, ASAHAN – Anak HMI Kisaran Disiksa Dua Dept Kollector Yang Mengaku Suruhan Karyawan SMS Finance
Hampir 2 minggu lebih diduga tidak maksimal diproses polisi, korban AG warga Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kisaran Timur mengaku Di Sekap dan Di pukuli terduga Depkolektor atau debt collector (Mata Elang ) berinisial Eko dan Edi yang diduga suruhan karyawan SMS Finance yang bernama Erik Panjaitan hingga babak belur Berdarah Darah di Komplek Graha Kelurahan Sei Renggas Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan pada Jumat, (18 September 2026) sekira pukul 17.00 WIB dan disaksikan sejumlah pengacara.
Korban ini merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam, namun proses penanganannya lamban sebab AG sudah membuat LP dengan Nomor STTLP /B/B62/IX/2026 /SPKT /Polres Asahan Polda Sumut dan sudah di Visum lengkap dengan rekaman cctv di TKP.
“Padahal tindakan kekerasan Depkolektor harus diberantas, karena hal ini merupakan program utama Kapolri dan Kapolda Sumut yang baru untuk menegakkan hukum ditengah-tengah masyakarat” Ujar keno dan karim kepada wartawan pada Senin (6/10/2026)
“jelas-jelas rekan kami sebagai korban mengalami penganiayaan berat dengan pengeroyokan yang disaksikan Para Pengacara proses hukumnya lamban ditangani,bukti sudah lengkap tapi seperti ada pembiaran supaya kasus ini berlarut-larut” tegas Karim salah satu Kader HMI.
Menurut Korban, persoalan ini bermula terkait tudingan salah sangka kedua anggota Erik Panjaitan yang bernama Eko dan Edi kepada AG,” saya disuruh mengakui perbuatan yang saya tidak lakukan, Eko mengaku anggota Erik dan Edi mengaku kawan Eko, sedangkan Erik mengaku karyawan SMS Finance yang tidak menunjukkan Surat perintah tugas langsung menarik,memukuli dan menyeret saya melewati kantor Pengacara di Komplek Graha, saya dibawa kesalah satu dalam ruko tempat karaoke diinjak-injak dan dipukuli,
Untung saja para pengacara itu berhasil masuk dan mendobrak pintu ruko itu,jika para Pengacara itu tak memaksa masuk bisa saja nyawa saya melayang dibuat mata elang yang di sebut sebut warga Kelurahan Umbut-umbut dan warga Kecamatan Meranti, Saya Berharap Polri tak pandang bulu untuk menindak kasus ini, pinta Korban melalui Awak Media.
Sementara itu keno memandang situasi Asahan tak kondusif akibat Sejumlah kekerasan yang dilakukan Depkolektor di Asahan.
Dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Imanuel P Simamora .SH.MH (5 /10/2026) kepada wartawan berjanji bersama Kanit Jatanras akan menindak lanjuti kasus penganiayaan yang dilakukan Depkolektor itu.