Hinca Kunjungi Asahan : Asal Mula Nama Klinik Amanah Itu Pesan SBY , Hinca Prihatin Tanah Karo Juara Satu Peredaran Narkoba Di Tingkat SD

0
84
BALAINEWS.CO.ID, ASAHAN – Kenapa Dinamakan Klinik dan Rumah Rehab Amanah Kerena Pesan Pak SBY saat berkunjung ke Asahan Klinik Amanah ini menjadi Amanahnya menangani Korban Pecandu Narkoba,
Selain Tanah Karo, Asahan juga berpotensi menjadi juara satu dalam Predaran Narkoba Jenis Sabu Sabu di tingkat Sekolah Dasar l, SMP dan SMA hal ini diungkapkan DR Hinca Panjaitan .SH .MH . Didepan Kepala Badan Narkota Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara Bigjen Pol Tatar Nugroho SIK saat menerima keluhan dari sejumlah relawan Narkoba di Sumut sejumlah Relawan Menyebut Karo (Sumut) darurat Narkoba anak dibawah umur , pada hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 sekira pukul 10.30 WIB di Rumah Rehabilitasi Napza Amanah Di Desa Sei Silau Timur Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan
Turut hadir dalam Acara pemberian Semanagat pada peserta Rehab Narkoba anak di bawah umur itu ,Ketua Partai Demokrat Asahan Lela Sari S.Sos ,Wakil Bupati Asahan Rianto SH.MAP,Wakil Ketua DPRD Asahan Joko Panjaitan ,Ketua BOKK Kabupaten Asahan Syaid Musyi Sihabudin ,didampingi 5 anggota DPRD Asahan dari Partai Demokrat,Kepala BBN Asahan dan Seratusan Masyarakat dari Asahan dan Tanah Karo ,
Dalam Pidatonya Hinca mengatakan keprihatinan akan pengguna Narkoba ditingkat Anak Anak di Sumut menjadi perhatian Khusus untuk bagaimana pemberantasan Narkoba di hari memperingati Pendidikan Nasional ,” sebab orang tua (mamak) saya seorang tenaga pendidikan (guru SD) , suatu hari anak anak tetangga mamak saya dimintai uang dengan kalimat ” opong minta uang Jajan ,setelah diberi dan ditanya untuk beli apa uangnya ,anak anak itu menjawab untuk membeli Permen Sabu.
Tentunya hal ini menjadi penomena yang sangat memilukan bagi kami dan Klinik Amanah dan Panti Rehab Amanah yang dikelola dr Junaidi dan Kak Lela Sari Sinaga S.sos ini merupakan satu satunya Panti rehab yang diresmikan Presiden Ke Enam Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Istrinya Almarhum Ani Yudhoyono beserta anaknya AHY dan Ibas Yudhoyono yang saat itu melakukan kunjungan di Sumut , kata Hinca.
Dalam Sambutanya Lela Sari S.sos berharap pemberantasan Narkoba ditingkat Anak Anak ini sudah menjadi perhatian Khusus di Panti Rehabnya di Asahan ,namun begitupun pihaknya juga tetap meminta perhatian lebih serius tentang penanganan peserta Rehab , pemerintah pusat dan daerah diharap mampu untuk membatu meringankan beban dan kendala .
Senada juga dikatakan sejumlah Relawan Pink dari Tanah Karo ” Masyarakat prihatin sebab tidak takut pada pihak Polisi, pecandu dan kurir lebih takut pada relawan ,jika kami (relawan – Pink ) turun ke lokasi pecandu dan ke sekolah sekolah yang siswanya sudah di kondisikan oleh kurir dan bandar Sabu setempat ,mereka langsung kabur ,selain itu ada sejumlah Gudang -Gudang yang di sebut sebut Pabrik Sabu banyak di tanah karo “sebut Relawan.

Relawan juga mengatakan Pecandu Narkoba dari anak berusia Sekolah Dasar dan SMP tidak mampu baca tulis dan kerab melakukan Ruda Paksa kepada Anak Anak Perempuan di sekitar mereka (Pecandu Sabu) tinggal.
Sementara itu Kepala BNN Provinsi Brigjen Pol Tatar Nugroho SIK berjanji akan menangkap pengelola dan gerebek Gudang Gudang yang disebut pembuatan Sabu di Karo dan membentuk Relawan Narkoba Seperi yang ada di Tanah Karo setelah dilantik yang ditanah Karo nanti kita akan buat untuk seluruh Sumut ,sebab Relawan Pink memiliki gagasan yang cukup bagus dengan berangkat dan melibatkan dari anak anak peserta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra ) pada awal melakukan pemberantasan, selanjutnya di Asahan juga akan kita bentuk seperti yang dilakukan di Karo.
Sementara itu dr Junaidi dalam pidatonya juga mengatakan telah merehab seribuan pecandu Narkoba dari berbagai penjuru Sumut , dr Junaidi juga turut prihatin akan kondisi di Karo dan akan terus bekerja sama dengan Pemerintah memulihkan keadaan para pecandu Narkoba di Sumut.red

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini