BALAINEWS.CO.ID, NASIONAL –
Banjir Bandang-longsor Landa Aceh, Sumut, Hingga Sumbar 49 Kota & Kabupaten Terdampak. 3,2 Juta Warga

Akibat bencana ini, 804 korban dinyatakan meninggal dunia. 634 jiwa dinyatakan hilang, serta 2600 korban mengalami luka-luka.
10.600 rumah warga mengalami kerusakan baik ringan, sedang, hingga berat. Selain itu sejumlah infrastruktur pun mengalami hal yang sama : 215 Fasilitas Pendidikan Rusak
132 Fasilitas Peribadatan Rusak, serta 299 Jembatan Rusak. (https://gis.bnpb.go.id/BANSORSUMATERA2025)
Akses infrastruktur di ketiga provinsi ini banyak mengalami kerusakan. Rinciannya adalah 827 unit rumah rusak berat, 694 unit rumah rusak sedang, 1.300 rumah rusak ringan, 43 unit fasdik rusak, dan 133 jembatan rusak.

Menurut data BNPB per hari Senin 1 Desember, Kepala BNPB bersama Menko PMK menuju GOR Pandan di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah untuk berkoordinasi terkait percepatan penanganan darurat banjir dan longsor dengan Pemerintah Daerah setempat.
Pada kesempatan itu, hadir Sekda Tapanuli Tengah dan Walikota Sibolga.
Kepada Suharyanto dan Praktikno, Pemerintah Daerah Tapanuli Tengah melaporkan kendala yang dihadapi dalam upaya penanganan darurat saat ini berupa matinya jaringan listrik.
Ketiadaan jaringan listrik ini yang membuat kontak masyarakat kepada sanak saudara terputus. Pemulihan jaringan listrik di Tapanuli Tengah membutuhkan sarana helikopter untuk menjangkau kerusakan-kerusakan di daerah terpencil.

Menurut data BNPB per hari Rabu, 3 Desember 2025 wilayah penduduk yang terdampak serta butuh pertolongan adalah Sumatera Utara sebanyak 1,7 juta penduduk, Aceh sebanyak 1,4 juta penduduk, serta Sumatera Barat sebanyak 140,5rb penduduk.

Sebanyak 13 kabupaten dan kota di Sumatera Barat dilanda banjir dan longsor pada Selasa (25/11/2025).
Daerah tersebut meliputi Padang, Padang Pariaman, Kota Solok, Agam, Kota Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Pasaman, Pasaman Barat, dan Limapuluh Kota.
“Akibat hujan deras sejak Minggu, 13 daerah di Sumbar dilanda banjir dan longsor,” kata Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, kepada wartawan, Selasa (25/11/2025) di Padang.
Menurut Ilham, hingga saat ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi puluhan ribu rumah warga terdampak banjir dan ribuan warga harus mengungsi.
Sementara itu, banjir dan longsor juga merusak fasilitas umum seperti sekolah, masjid, hingga jalan. Sejumlah jalan desa hingga jalan nasional Sumbar-Bengkulu dilaporkan terputus akibat genangan air di Pesisir Selatan.

9 Wilayah di Aceh Ditetapkan Status Darurat Banjir
Sebanyak sembilan daerah di Provinsi Aceh menetapkan status darurat bencana banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi sejak sepekan terakhir melanda wilayah itu.

Masing-masing daerah yang berstatus darurat bencana banjir yaitu Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat.
Banjir terparah terjadi di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.

Di daerah itu ketinggian air bervariasi hingga mencapai 80 cm dan merendam fasilitas umum hingga lahan pertanian. Saat ini banjir masih menggenangi daerah tersebut.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan mengatakan sebagian besar besar bencana banjir masih dipicu oleh curah hujan tinggi yang membuat sungai meluap dan kondisi geologi labil yang berdampak pada banjir.
untuk bisa membantu saudara kita di Sumatera yang membutuhkan bantuan segera. Saat Donasi dan hati – hati pilih yang terdaftar sesuai keinginan hati.

#OrangBaik, Mari kita bersolidaritas bantu saudara-saudara kita yang terdampak dengan berdonasi. Bantuan darimu sangat berarti untuk mereka, update info terbaru. redaksi/timbalainews.co.id/bnpbsumut




